Kamis, 24 April 2014

Proteus Vulgaris


Makalah Bakteri Proteus sp
BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Bakteri adalah organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan makhluk hidup yang lain. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik atau mikroskopik (http://makalah biologiku.com).
Mikroorganisme dapat menyebabkan banyak bahaya kerusakan. Hal itu terlihat dari kemampuannya menginfeksi manusia, hewan, tumbuhan, dan menimbulkan penyakit yang berkisar dari infeksi ringan sampai kepada kematian. Mikroorganisme juga dapat mencemari makanan, dan menimbulkan perubahan-perubahan kimiawi didalamnya, membuat makanan tersebut tidak dapat dikomsumsi atau bahkan beracun.
Manusia dan binatang memiliki flora normal yang melimpah dalam tubuhnya yang penyakit melimpah dalam tubuhnya yang biasanya tidak menyebabkan tetapi mencapai keseimbangan yang menjamin bakteri dan inang untuk tetap bertahan, tumbuh dan berpropagasi. Beberapa bakteri penting yang menyebabkan penyakit pada perbenihan biasanya tumbuh bersama dengan flora normal (misalnya Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus). Ada beberapa bakteria yang sudah jelas patogen (misalnya Salmonella typhi), tapi infeksi tetap belum kelihatan atau subklinis dan inang merupakan “pembawa” bakteri (Brooks, dkk 2005).
Kuman yang termasuk genus Proteus tumbuh secara aerob berbentuk batang pendek/panjang  berpasangan atau berantai yang bersifat gram negative (mengikat warna merah dari fuchsin), ada yang coccobacilli, polymorph, tidak mempunyai spora, tidak berkapsul serta bergerak aktif dengan flagella peritrika.
   Proteus ini terdapat di alam bebas seperti air, tanah, sampah dan tinja (Proteus vulgaris). Proteus sp menimbulkan infeksi pada manusia hanya bila bekteri keluar dari saluran cerna. Organisme ini ditemukan pada infeksi saluran kemih dan menimbulkan bakteremia, pneumonia, dan infeksi fokal pada pasien yang lemah atau pada pasien menerima infuse intravena. Proteus morganii dan Proteus rettgeri dapat menyebabkan infeksi nosocomial (hospital-acquired) dan Proteus morganii menyebabkan diare pada anak-anak terutama di musim panas.
Untuk mengetahui spesies bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia maka dilakukan suatu langkah identifikasi dan isolasi terhadap specimen yang diperoleh dari tubuh manusia yang didiagnosa terinvasi oleh bakteri. Specimen yang biasa digunakan sebagai bahan pemeriksaan dapat berupa sputum, faeces,urin, dan sisa-sisa bahan makanan, eksudat atau pus dari abses, dan darah.

1.2   Rumusan Masalah
1.2.1        Bagaimana klasifikasi bakteri Proteus sp?
1.2.2        Bagaimana morfologi bakteri Proteus vulgaris?
1.2.3        Bagaimana siklus hidup bakteri Proteus vulgaris?
1.2.4        Bagaimana penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri Proteus vulgaris?
1.2.5        Bagaimana pengobatan dan pencegahan bakteri Proteus vulgaris?
1.2.6        Bagaimana pemeriksaan laboratorium bakteri Proteus vulgaris?
1.2.7        Pada media apa saja bakteri Proteus vulgaris dapat tumbuh?

1.3 Tujuan
1.3.1   Mahasiswa mampu mengetahui klasifikasi bakteri Proteus sp.
1.3.2   Mahasiswa mampu mengetahui morfologi bakteri Proteus vulgaris.
1.3.3   Mahasiswa mampu mengetahui siklus hidup bakteri Proteus vulgaris.
1.3.4  Mahasiswa mampu mengetahui gejala klinis yang ditimbulkan oleh bakteri Proteus vulgaris.
1.3.5    Mahasiswa mampu mengetahui pengobatan dan pencegahan bakteri Proteus vulgaris.
1.3.6    Mahasiswa mampu mengetahui pemeriksaan laboratorium bakteri Proteus vulgaris.
1.3.7    Mahasiswa mampu mengetahui media untuk biakan bakteri Proteus vulgaris.

1.4 Metodelogi Penelitian
            Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metode kepustakaan dan media elektronik dengan beberapa revisi.

BAB II
PEMBAHSAAN

2.1 Klasifikasi Bakteri Proteus vulgaris
Kingdom  :  Bacteria
Phylum     :  Proteobacteria
Class         :  Gamma Proteobacteria
Or            der        :  Enterobacteriales
Family       :  Enterobacteriaceae
Genus        :  Proteus
Species      :  Proteus vulgaris

2.2 Morfologi Bakteri Proteus vulgaris
Proteus vulgaris adalah berbentuk batang Gram-negatif. Ukuran sel individu bervariasi dari 0,4 ~ 1,2 ~ 0.6 μm oleh 2.5 μm, Proteus vulgaris memiliki flagella peritrik, ada yang cocobacilli dan bergerak aktif, tidak berspora, tidak berkapsul. Termasuk dalam bakteri  non fruktosa fermenter, bersifat fakultatif aerobe/anaerob.
v 2.jpg                             vulgar.jpg
Gambar1. Bakteri Proteus  vulgaris
                   Gambar2. Bakteri Proteus 
                                  Vulgaris
proteus.GIF
Gambar3. Bakteri Proteus vulgaris

2.3 Siklus hidup bakteri Proteus vulgaris
Proteus sp merupakan flora normal dari saluran cerna manusia. Bakteri ini dapat juga ditemukan bebas di air atau tanah. Jika bakteri ini memasuki saluran kencing, luka terbuka, atau paru-paru akan menjadi bersifat patogen. Perempuan muda lebih beresiko terkena daripada laki-laki muda, akan tetapi pria dewasa lebih beresiko terkena daripada wanita dewasa karena berhubungan pula dengan penyakit prostat. Proteus sering juga terdapat dalam daging busuk dan sampah serta feses manusia dan hewan. Juga bisa ditemukan di tanah kebun atau pada tanaman.

2.4 Penyakit yang ditimbulkan bakteri Proteus vulgaris
Penyakit yang ditimbulkan berupa infeksi tractus urinarius pada nosocomial infection. Pencegahan nosocomial infection dilakukan dengan menggunakan kateter dalam keadaan steril.
·      Spesies ini terdapat dalam beberapa macam serotype , strain x yang mengalami aglutinasi dalam antiserum terhadap penyakit riketsia tertentu (Dorland : 1996)
·      Proteus vulgaris dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan diare pada anak – anak.

2.5 Pengobatan dan pencegahan bakteri Proteus vulgaris
Ø  Pengobatan bakteri Proteus vulgaris dapat di gunakan beberapa antibiotik seperti :
1.      Ciprofloksasin
2.      Seftazidim
3.      Netilmicin
4.      Sulbaktam atau cefoperazo
5.      Meropenem
6.      Piperasilin atau tazobactam
7.      Unasyn
Pemberian Antibiotik dosisnya dinaikkan untuk penyakit-penyakit yang menginfeksi
sinus atau pernafasan. Seperti contohnya pemberian ciprofloksasin yang normalnya diberikan dalam dosis 1000mg perhari , diberikan 2000mg per hari untuk kasus penyakit sinus atau pernafasan. Pemberian probiotik juga dapat digunakan sebagai penunjang pengobatan dalam kasus diare pada anak yang disebabkan oleh bakteri Proteus vulgaris.
Ø  Pencegahan dari infeksi bakteri Proteus vulgaris ini antara lain adalah :
1. Memperhatikan kebersihan sarana umum terutama sumur yang digunakan sebagai sumber mata air untuk kehidupan sehari-hari.
2. Memperhatikan kebersihan diri , mencuci tangan setiap buang air.
3. Menjaga kebersihan makanan dan minuman , memasak air hingga benar benar matang agar terhindar dari infeksi bakteri.
4. Memperhatikan kebersihan luka yang sedang diderita agar bakteri Proteus vulgaris maupun bakteri yang lain tidak mudah menginfeksi tubuh.
5. Menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit seperti pemberian multivitamin penambah imunitas tubuh.
6.  Hindari terjadinya nosocomial infection melalui penggunaan kateter urina yang tidak steril.
2.6 Pemeriksaan Laboratorium bakteri Proteus vulgaris
            Berdasarkan tes fermentasi di laboratorium, P.vulgaris  memfermentasi glukosa, dan amygdalin, tetapi tidak memfermentasi laktosa atau manitol. P.vulgaris juga memberikan hasil positif untuk Metil Merah (campuran asam fermentasi) dan juga bergerak aktif  menggunakan flagellnya. Kondisi pertumbuhan yang optimal organisme ini berada dalam lingkungan anaerobik fakultatif dengan suhu rata-rata sekitar 23 derajat Celcius.
            Kehadiran dari sindrom sepsis berhubungan dengan ISK harus meningkatkan kemungkinan penyumbatan saluran kemih. Hal ini benar terutama pasien yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang, yang memiliki kateter jangka panjang saluran kencing, atau yang memiliki sejarah yang telah diketahui kelainan anatomis uretra.
            Sampel urine merupakan bahan yang digunakan sebagai pemeriksaan laboratorium untuk bakteri Proteus vulgaris baik secara pemeriksaan langsung atau pun setelah perbenihan.
2.7 Media Biakan Bakteri Proteus vulgaris
Bakteri jenis Proteus tumbuh mudah pada media biasa tanpa bahan penghambat, dalam situasi aerob atau semianaerob, pada suhu 10-43°C.



a)      Media Mac Conkay Agar (MCA)
Pertumbuhan bakteri Proteus pada media MCA memiliki cirri-ciri koloni sedang besar, tidak berwarna atau merah muda, non lactose fermented, smooth, menjalar atau tidak,
 jika menjalar permukaan koloni kasar (rought).
Proteus_McConkey.jpg
Gambar 4. Koloni Bakteri Proteus vulgaris pada media MCA
b)      Media NA
Pertumbuhan bakteri Proteus yang baik pada media NA memiliki ciri-ciri kolooni kecil, elevasi cembung, smooth, pinggiran rata, dan berwarna putih keruh.
c)      Media BAP (Blood Agar Palte)
Proteus pada media selektif BAP memiliki cirri-ciri koloni sedang, smooth, keeping, ada yang menjalar dan ada yang tidak menjalar, bersifat anhaemolytis.
240px-Proteus_mirabilis_01.jpg
Gambar 5. Koloni Bakteri Proteus vulgaris pada media BAP



d)      Uji Biokimia
Pada ujia biokimia bakteri Proteus mampu memecah urea dengan cepat, mencairkan gelatin, glukosa dan sukrosa dipecah menjadi asam dan gas, mannit dan laktosa tidak pecah.
No.
Media / test
Proteus vulgaris
1
Swarming
+
2
H2S
+
3
Indole
+
4
Urease
+
5
Gelatinase
-
6
Ornithin
-
7
Citrate
+ / -
8
Fermentasi Maltosa
+
9
Fermentasi Mannitol
-
10
Fermentasi adinitol
-















BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Proteus vulgaris merupakan  bakteri batang Gram negatif dan flora normal pada saluran cerna. Proteus vulgaris memiliki flagella peritrik, ada yang cocobacilli dan bergerak aktif, tidak berspora, tidak berkapsul. Proteus vulgaris akan menimbulkan penyakit apabila berada di luar saluran cerna. Penyakit yang menimbulkan berupa infeksi tractus urinarius pada nosocomial infection.
3.2 Saran
Untuk mencegah Proteus vulgaris menginfeksi saluran kemih yaitu pada saat akan menggunakan kateter sebaiknya menggunakan kateter yang steril dan melakukan pemasangan secara steril. Untuk mendapatkan biakan Proteus sp sebaiknya menggunakan media yang sesuai kebutuhan dari bakteri Proteus sp itu sendiri.
















Daftar Pustaka

Anggi Sahada.2012. Penyakit – Penyakit Yang Disebabkan Oleh Berbagai Mikroorganisme. (On Line) http://sahadaanggi.wordpress.com/2012/04/16/penyakit-penyakit-yang-disebabkan-oleh-berbagai-mikroorganisme/ diakses pada tanggal 27 April 2014.

Entjang Indan. 2011. Mikrobiologi Dan Parasitologi. PT Citra Aditya Bakti. Bandung.

Zamzam. 2014. Identifikasi Proteus.(On Line ) http://t3leporters.blogspot.com/2014/01/identifikasi-proteus.html diakses pada tanggal 27 April 2014.

Ahlan.2012. Identifikasi Proteus. (On Line) http://teenozhealthanalyst.blogspot.com/2012/03/identifikasi-proteus.html diakses pada tanggal 27 April 2014